Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Senin, 21 April 2014

Sudahka Anda Mendengarkan Cerita Anak Anda?

Dalam sebuah keluarga, biasanya ada ibu, ayah, dan anak. Semuanya punya andil dan haknya masing-masing. Pun keberadaannya sangat berarti bagi satu sama lain.

Di mana anak menempati posisi sangat dominan di dalam keluarga. Anak sebagai obat rasa capek bagi kedua orang tuanya. Anak sebagai pelipur duka lara kedua orang tuanya.

Anaklah tempat muara kasih sayang dari sang ayah dan ibunya. Our son and our daughter are everything in this live (begitu kira-kira kata english wong).

Ketika si anak masih kecil, kedua orang tua sesempat mungkin nyamperin anaknya yang masih mungil, menggendongnya, menciumnya, dan menimangnya.

Ketika anak sudah mulai bertambah besar, sudah mulai bisa bercerita, ya walaupun tidak jelas alurnya, kadang orang tua tidak begitu merespon cerita si anak. Akhirnya orang tua hanya menjawab iya, dan he'em tanpa ada tanggapan dan pertanyaan, karena sulit untuk di fahami.

Ketika sudah beranjak menjadi kanak-kanak, setengah hari si anak beraktifitas diluar sana tanpa pantauan dan pembelaan orang tua. Orang tua kerja dan anak sekolah.

Ketika anak bertemu dengan orang tuanya, sesampai kedua orang tuanya dari tempat bekerjanya,ribuan cerita, ratusan kata sudah tersusun rapi, tinggal mengaturnya keluar dengan tertib.

Tetapi, ternyata orang tuanya tidak sempat memberikan waktu. Ayahnya dapat telpon dari rekan bisnisnya. Ibu ada acara arisan. Akhirnya jutaan kata itu tak sampai ke telinga kedua orang tuanya.

Si anak mau cerita tentang permainan baru yang ia temui siang tadi, si anak mau mengadu kalau tadi disekolah dinakalin kakak kelasnya, Si anak mau bertanya hal-hal baru yang ia temui sepanjang jalan ketika pulang sekolah.

Jika kejadian ini berlarut-larut sampai si anak beranjak dewasa, sungguh sangat kasihan anaknya. Dampaknya pun kurang baik.

Ujung-ujungnya, anak akan jarang cerita, dia akan banyak menutup diri dari orang tuanya.

Padahal, cerita anak kepada orang tuanya itu sangat penting. Lewat semua cerita yang dia sampaikan kepada kita. kita secara tidak langsung akan tau aktifitasnya selama seharian. Orang tua bisa memfilterisasi tindakan anaknya. Ini baik, dan itu tidak baik jangan diulangi lagi. Si A teman yang adabnya baik, dan si B kurang baik. Dll.

Pun sampai si anak tumbuh besar, ia sudah terbiasa cerita sama orang tuanya. Jadi orang tua harus menjaga komunikasi dengan anak sebaik mungkin. Cerita anak kepada orang tua bak cctv yang selalu menemaninya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar