Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Senin, 21 April 2014

Sudahka Anda Mendengarkan Cerita Anak Anda?

Dalam sebuah keluarga, biasanya ada ibu, ayah, dan anak. Semuanya punya andil dan haknya masing-masing. Pun keberadaannya sangat berarti bagi satu sama lain.

Di mana anak menempati posisi sangat dominan di dalam keluarga. Anak sebagai obat rasa capek bagi kedua orang tuanya. Anak sebagai pelipur duka lara kedua orang tuanya.

Memarahi Anak, Harus Ada Alasan

Memarahi anak, kadang menjadi salah satu cara meluruskan perilaku anak yang kurang tepat. Bahkan, dalam beberapa kondisi, marah justru dibutuhkan, seperti ketika anak tidak bisa dibenahi dan dinasehati dengan cara yang lembut.

Tapi sayangnya, seringkali marahnya orang tua tidak beralasan. Bahkan tidak jarang, marahnya orang tua bukan karena kesalahan anak, tapi murni masalah orang tua yang dilampiaskan kepada anak. 

Salah Mendidik Anak

Seorang tetangga, sebut saja namanya Baron. Setiap hari dia selalu memarahi anaknya, Raju yang masih umur lima tahun. Cara dia memarahi si Raju seringkali kelewat batas, dengan intensitas yang sering dan kekerasan verbal.

Pernah suatu hari, si anak yang masih balita ini pulang dari main dengan celana yang sedikit sobek, tidak banyak. Kemungkinan

Minggu, 13 April 2014

Pilih Ibu atau Pengasuh?

Zaman Dahulu

Sekian tahun silam, sebelum maraknya babysitter dan sebelum menjamurnya TPA dan PAUD. Semua orang akan membawa ikut serta anak-anak mereka disemua aktifitasnya. Dari pagi sampai sore, anak tidak pernah terpisah dari orang tuanya.

Entah bagaimana cara orang tua zaman dahulu, supaya anak-anak mereka merasa nyaman, aman dan tidak kepanasan.

Dimasa ibu-ibu kita, dan bapak-bapak kita. Beliau selalu cerita kalau orang tua kerja di sawah mereka pasti di ajak. Dibuatkan rumah-rumahan kecil dari jerami, batang pohon padi yang sudah dirontokkan bijinya. Waktu musin panen tiba, mereka sibuk menumbuk padi supaya menjadi beras, karena belun ada mesin penggiling padi seperti sekarang. Anak mereka selalu di ajak. 

Berterimakasihlah Pada Buah Hati, Wahai Orang Tua

Emang, anak punya jasa apa sampai kami harus berterimakasih? Makan, minum kami yang mencukupi. Pakaian dan mainan, kami juga yang membelikan. Uang jajan dan dana jalan-jalan, lagi-lagi itu dari kantong kami.

Trus, apa andil anak sampai kami harus terimakasih? Gak sedikitpun materi kami dapat darinya.

Tapi, kami harus tetap berterimakasih kepadanya. Alasannya? 

Lebih Baik Rugi Seharga Sebutir Telur

Kemarin sore, ketika hendak makan malam putri kecilku minta maem dengan lauk telur goreng. 

"Umi adek pengen maem telur goreng!", pintanya. Tanpa basa basi ku iyakan permintaannya. Karena wajan penggorengannya bekas sambal dan ku takut nanti telurnya jadi sedikit pedas, maka saya ambil dan saya cuci dahulu.

Dari kejauhan, sambil ku menggosok-gosok wajan kuperhatikan dia dari jauh. Dia mulai menganbil sendok dan mangkuk. "Buat apa ya tu dia?", pikirku dalam hati. Tanpa ku tanya apapun, kuperhatikan terus dia.

Tak lama setelah itu, tiba-tiba dia bangkit dari tempat duduknya dan pergi menghampiri mangkuk yang berisi telur ayam mentah, yang letaknya tak begitu jauh dari tempat ia duduk.

Mimpi dari Sebuah Pernikahan Bagi Wanita

Menikah itu bisa menjadi sebuah mimpi indah bagi para wanita. Dimana mereka akan merasakan indahnya hidup ini. Bakal ada tangan yang siap menghapus air mata kita, Bakal ada dada tempat kita menangis. Bakal ada pundak tempat kita menyandarkan kepala oleh beratnya beban kehidupan ini. Dan bakalan ada telinga yang siap mendengarkan seluruh keluh kesah.

Juga, pasti dialah yang akan menjadi orang pertama untuk mengulurkan tangan kepada kita di saat kita terjatuh dan tak sanggup untuk berdiri lagi.

Minggu, 06 April 2014

Gadget dan Tumbuh Kembang Anak

Sering, saya membaca artikel spikologi tentang pengaruh gadget terhadap tumbuh kembang anak. Para mengamat menilai bahwa gadget berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Yang paling terlihat antara lain, susah bicara, komunikasi buruk (gak nyambung ketika diajak bicara), dsb. Saya rasa ini tidak salah, dan seperti itulah adanya.

Pendapat itu bisa dibenarkan, mengingat konsumsi anak di gadget kebanyakan aplikasi game, pernainan yang menyenang saja. Tentu, jika hanya itu konsumsinya, tidak dipungkiri pendapat yang mengatakan gadget buruk buat anak.

Gadget pasti buruk buat anak??