Pages

Labels

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Sabtu, 03 Mei 2014

Gingsul, Apa Sih Penyebabnya?


Allah Maha Adil. Allah menciptakan manusia yang berjenis wanita untuk dipasangkan dengan manusia berjenis kelamin laki-laki.

Wanita itu syarat dengan fitnah. Pun, identik dengan segala keindahannya. Allah tidak akan menciptakan sesuatupun tanpa manfaat, pasti semua ciptaan Allah ada manfaatnya.

Satu keindahan yang ada dalam diri manusia yaitu gingsul (salah satu letak gigi taring yang tidak pada kaplingan(tenpat) yang tersedia.

Ada yang bilang, kalau orang bergigi gingsul itu tidak bagus. Punya gigi kok gak rapi. Ada yang agak kedepan, ada yang agak kebelakan. Pokoknya, gak berderet dan gak rintik layaknya biji buah mentimun yang dijejer berderet. Seperti panyondro ala orang jawa "untune miji timun".

Ada yang beranggapan, "wah pokoknya yang gingsul itu manis banget" . Gingsul kadang menjadi urutan pertama dalam kriteria calon belahan jiwa.


Sebenarnya, Bagaimana Sih Pandangan Medis Mengenai Gigi Gingsul?

Dalam dunia medis, penyebab terjadinya gigi gingsul yaitu disebabkan oleh rentan waktu yang diperlukan oleh gigi taring dengan fase +/- 8 bulan-Jarak dari mulai lepasnya gigi taring dari gigi susu sampai gigi taring pernanen-jarak yang lumayan panjang dibanding gigi-gigi yang lain.

Sementara, gigi yang lain tidak memerlukan waktu yang lama untuk berganti. Jadi, setelah lepas tempatnya bisa ditempati oleh gigi yang baru.

Beda dengan gigi taring tadi, karena frase pergantiannya lama, maka jatah tempat ( kaplingan) untuk gigi taring baru keseringan diserobot oleh gigi-gigi yang lain-gigi disekitarnya.

Akhirnya, di saat si gigi taring mulai muncul ke permukaan, ternyata jatah tempat untuknya sudah habis. Duh, kasihan banget deh.

Ya,, bagi yang gigi taringnya tumbuh di luar ya lumayan, bisa nambah manis senyum empunya. Tapi, bagi yang gigi taringnya tumbuh di dalam, ya, bisa nambah pahit senyumnya. he

Cantik dan manis itu relatif, tergantung selera yang milih. Seperti apapun ciptaan Allah buat diri kita, mari kita syukuri. Jadilah diri sendiri dengan apa yang Allah ciptakan buat kita. Tanpa mengeluh dan tanpa ingin merubahnya.

UmiNada

Tidak ada komentar:

Posting Komentar